WOOOWWWW HARGA DAGING AYAM NAEK…!!!

Puasa baru memasuki angka satu minggu namun  sepertinya Lebaran tahun ini suasana tidak jauh beda dengan lebaran tahun lalu dimana penikmat daging ayam tetep menjadikan masakan dari daging ayam merupakan suatu tradisi atau kewajiban yang harus.

Dalam menyambut hari raya, kita semua seakan mewajibkan diri kita untuk  memasak berbagai masakan yang berprotein  tinggi dengan alasan satu bulan berpuasa.

Saat Lebaran yang umum dimasak adalah rendang  daging  dan opor ayam, saat ini harga daging sedang melonjak tinggi sehingga banyak pertimbangan yang membuat kita mengurangi membuat daging rendang dan yang agak ringan adalah berencana untuk membuat berbagai masakan dari daging ayam seperti opor, soto ayam, gulai ayam dan lain lainya.

Namun sekali lagi meskipun harganya agak ringan dibanding membeli daging untuk 1 ekor ayam  saat ini adalah 37 ribu menjelang lebaran, kita pun masih agak menghitung hitung.  Sehingga kadang kita membeli tanpa sempat melihat kualitas daging ayam yang kita beli. Karena tradisi dan pola lebaran yang seakan akan tetep memaksa untuk menyediakan lauk protein tinggi tersebut sebagai kawan makan ketupat.

Tapi memang yang jadi pertanyaan kenapa harga daging ayam selalu naek pada hari raya besar. kenaikan harga daging ayam yang terjadi saat ini bukan disebabkan ketersediaan yang berkurang, tetapi lebih disebabkan karena beberapa hal.

Selain dimanfaatkan pelaku usaha, sebab lainnya juga karena adanya kenaikan bahan baku bibit ayam. harga pakan ternak dan menguatnya dolar terhadap rupiah. Harga daging ayam naik ini karena dimanfaatkan pelaku usaha, yang hari-hari sebelumnya mengalami kerugian,  ketika BBM naik dijadikan peluang untuk menaikkan setinggi-tingginya, padahal kenaikan transportasi tidak seberapa.

Denga  naiknya harga daging ayam di pasaran saat ini, perlu dari kita semua untuk memilih dan membedakan mana daging ayam yg baik dan tidak baik. yaitu  Hal yang paling utama adalah :

  1. Dipotong di Rumah Potong Ayam (RPA) resmi/sudah bersertifikat halal (ada logo halal MUI – RPA/RPH batam sudah ada dalam tulisan);
  2. Dipotong bukan di RPA tapi pemotongannya benar (perhatikan cara memotongnya dan pastikan;
  3. di lehernya terdapat bekas sembelihan yang memutus dua uratnya (tenggorokan dan kerongkongan).

Di pasaran ayam ras biasanya mendominasi perdagangan, restorant padang dan fast food termasuk penggunanya. Ayam kampung karena harganya mahal hanya dipasarkan dan dikonsumsi secara terbatas.

Ayam ras biasanya dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu ayam broiler, ras dan apkir.

  • Ayam broiler (ayam ras potong), dipelihara untuk diambil dagingnya, biasanya berumur lebih kurang delapan minggu, daging bertekstur lembut, empuk dan gurih;
  • Ayam ras, ayam petelur yang digemukkan untuk diambil dagingnya. Bibit jenis ini berasal dari ayam petelur pejantan. Karena dipelihara dengan baik, kualitas dagingnya pun baik. Penampilannyapun mirip dengan broiler, namun ukurannya lebih kecil sehingga sering dijual sebagai “ayam kampung” pasarannya agak terbatas;
  • Ayam apkir, berasal dari ayam petelur yang sudah tidak produktif. Ia dipotong untuk diambil dagingnya. Ciri umumnya tulang pinggul lebih tebal, tumpul dan kaku, dagingnya liat/ keras karena usianya sudah tua. Ukurannya biasanya besar-besar .

Daging ayam baik memiliki ciri-ciri :

  • Diperoleh dari daging ayam yang sehat dan umurnya relatif masih muda;
  • Karkas (daging bertulang atau bagian tubuh ternak yang disembelih, selain kepala, kulit dan jeroan) masih utuh, putih (atau sedikit kuning muda) dan bersih dari kotoran dan tidak mudah terkelupas;
  • Warna daging merah pucat mengkilat dan belum mengalami perubahan warna;
  • Kedua paha normal dan simetris serta bila ditekan terasa kenyal, dada penuh daging dan tulang dada tidak menonjol;
  • Kedua sayap normal simetris, dan dibawah sayap hampir tidak kelihatan pembuluh darah;
  • Bau khas daging ayam;
  • Mata ayam yang sehat berwarna cerah dan jernih;
  • Ketika digoreng mengeluarkan bau khas ayam dan tulang tidak menghitam;
  • Permukaan tak berlendir;
  • Persendiannya masih lemas dan bersih (tidak berdarah gumpal) ketika dipotong

Daging ayam tidak baik (bangkai) memiliki ciri-ciri :

  • Bagian kepala dan leher kelihatan berwarna biru sampai kehitam-hitaman;
  • Warna daging biasanya merah kecoklatan sampai biru kehitaman karena darah tidak keluar;
  • Pada pembuluh darah dibawah sayap terlihat adanya bekuan/bendungan darah;
  • Bekas irisan/sembelihan biasanya kecil dengan luka irisan tampak rata;
  • Bau daging anyir, bila ditekan terasa lembek dan berlendir;
  • Kulit mudah terkelupas;
  • Sendi/tulang saat dipotong mengeluarkan gumpalan darah;
  • Warna kulit karkas ayam yang terlalu kuning perlu diwaspadai, karena mungkin sekali ayam tersebut yang sudah lama atau diberi pewarna sehingga terlihat seperti baru;
  • Banyak luka di tubuh ayam;
  • Leher ayam tidak disembelih, hanya berlubang;
  • Bau bahan pengawet berlebihan dan campur bau busuk.

Dengan kita dapat membedakan mana daging ayam yang baik dan buruk maka kita kita akan lagi mempersoalkan harga ayam yang melambung tinggi yang membuat cemas dompet ibu ibu rumah tangga yang memang sangat membutuhkan daging ayam untuk sebagai masakan yang di sukai oleh keluarga.

Dari mahalnya harga daging ayam di liat dari kualitas daging ayam tersebut.

Sumber :

  1. Panduan belanja dan Konsumsi Halal, Anton Apriyantono dan Nurbowo.
  2. Memilih Makanan Halal, Nura Mayasari, S.KH.
  3. 18 Langkah memilih produk halal dan dunia, Nurbowo.

Comments are closed.

%d bloggers like this: